Salah Ujung Penyesalan
Vira Niyatasya Shiva Duarsa.
Penulis
Nyoman Gede Tryadhi Putra S.
layouter
Cok Istri Wulandari, Nyoman Gede Tryadhi Putra S.
desainer_cover
Madyapadma Journalistic Park SMAN 3 Denpasar
penerbit
Jl. Nusa Indah 20x, Denpasar
alamat_penerbit
86
tebal_buku
1
edisi
April 2017
tahun_terbit
Judul Buku : Dalam Sema Bantas, Dalam Dekap Sang Pertiwi
Penulis : Vira Niyatasya Shiva Duarsa.
Layout : Nyoman Gede Tryadhi Putra S.
Desain Cover : Cok Istri Wulandari, Nyoman Gede Tryadhi Putra S.
Penerbit : Madyapadma Journalistic Park SMAN 3 Denpasar
Alamat Penerbit : Jl. Nusa Indah 20x, Denpasar
Tebal Buku : 86 halaman
Edisi ke : 1
Tahun terbit : April 2017
Buku antologi yang berjudul Dalam Sema Bantas, Dalam Dekap Sang Pertiwi ini merupakan buku kumpulan cerpen yang ditulis oleh seorang penulis bernama Vira Niyatasya Shiva Duarsa. Di dalam buku antologi ini, terdapat 7 cerpen yang sangat menarik sesuai dengan potret kehidupan sehari-hari masyarakat yang terjadi sampai saat ini.
Buku ini membawa berbagai tema menarik yang mengajak para pembaca memahami bagaimana membawa kehidupan agar lebih bermakna. Di dalamnya juga terkandung arti dari sebuah kejujuran, perjuangan hidup, pencarian jati diri, keberanian, dan cinta. Perpaduan antara tema yang menarik dan genre yang berbeda-beda, membuat buku ini menjadi nilai tersendiri bagi pembaca yang ingin membaca cerpen beragam dalam satu buku.
Secara umum, isi cerita di dalam buku ini membahas tentang pandangan penulis terhadap apa yang sering dialami oleh pembaca. Sehingga ini bisa dijadikan renungan bagi pembaca untuk menyelami apa yang ada dibalik setiap peristiwa. Penulis juga memberikan ruang bebas untuk mengekspresikan setiap isi cerita di dalamnya. Adapun cerpen-cerpen dalam buku ini antara lain ; Berburu Ide, Dalam Sema Bantas Dalam Dekap Sang Peritiwi, Jeritan Rasa, Nyakit Niskala, Nyanyang Lawan Cerutu, Seharusnya Kau Disini Bersamaku.
Salah satu cerpen dalam buku ini yang berjudul Dalam Sema Bantas, Dalam Dekap Sang Pertiwi mengisahkan tentang seorang pemuda tampan bernama De Bog-bog yang jatuh hati dengan Dayu Sulastri. Namun sayangnya, tindakan De Bog-bog tidak sesuai dengan wajah tampannya itu. Dia sangat suka berbohong, bahkan berbohong ia jadikan sebagai hobinya. Suatu hari dia bertemu dengan gadis cantik bernama Dayu Sulastri. Karena parasnya yang cukup manis, membuat De Bog-bog nekat untuk mendekati Dayu. De Bog-bog menggunakan berbagai cara agar bisa menarik perhatian keluarga Dayu. Dia sudah banyak berbohong di depan mereka. Ibaratnya sepandai-pandai tupai melompat, sekali waktu jatuh juga, pada akhirnya kebohongan De Bog-bog terungkap di hadapan keluarga Dayu. Lantas bagaimanakah kelanjutannya? Akankah De Bog-bog mendapat kepercayaan Dayu kembali atau malah harus berhadapan dengan kemalangan?
Mengenai penilaian terhadap buku ini sendiri terdapat kelebihannya, yaitu isi buku yang menarik dan apa adanya serta tidak berlebihan dalam penggambaran cerita, adapun gambar yang dilengkapi di setiap akhir cerita sehingga pembaca tidak merasa bosan. Akan tetapi konflik pada salah satu cerita berjudul “Jeritan Rasa” ini kurang “greget”. Ini bisa dimaklumi karena mengolah konflik menjadi sesuatu yang “greget” bukanlah hal yang mudah. (Ni Wayan Kusuma P.)