Kisah Kasih Masa SMA: Cerita Ini Tentang Rain
Penulis
layouter
desainer_cover
penerbit
alamat_penerbit
tebal_buku
edisi
tahun_terbit
Judul : The Rain Of The Sun
Penulis : Viona Prameswari
Penerbit : PT Grasindo
Tahun Terbit : 2018
Cetakan : Pertama
Tebal : 138 Halaman
ISBN : 978-602-050-4-780
Masa putih abu-abu begitu melekat dengan kisah cinta anak muda. Cerita ini bermula juga dari masa putih abu-abu Rain. Gadis SMA yang manis dan periang, ternyata diam-diam menyimpan rasa lebih terhadap Bima. Namun, perasaan itu harus ia kubur sedalam-dalamnya saat tahu sang sahabat, Daya. Menaruh hati pula pada pria yang sama. Namanya Bima.
Tentunya Rain tak ingin menghalangi perasaan sahabatnya yang ingin tersampaikan. Namun, sosok Bayu hadir dan Rain harap jadian dengan Bayu menjadi pilihan terbaik yang ia ambil. Awalnya berjalan baik-baik saja, seperti yang diharap Rain, ternyata Rain salah. Hubungan Rain dengan Daya semakin merenggang. Semuanya semakin rumit untuk dijalani. Antara persahabatan dengan asmara dari keempat tokoh terjadi semakin rumit.
Melalui buku The Rain of The Sun, penulis mampu membawakan tokoh Rain yang begitu tegar setiap kali konflik muncul. Tidak hanya tokoh Rain, tokoh Bima yang begitu penurut, Daya yang begitu manja, dan tokoh Bayu yang begitu perhatian menjadi pemanis dalam ceritanya.
Awalan yang sederhana, cukup menjadikan pembuka yang hangat bagi pembaca. Tidak lepas dari konflik-konflik sederhana yang jarang disadari dalam kehidupan anak SMA pada umumnya. Tokoh-tokoh dalam novel ini semakin dibuat hidup karena dideskripsikan secara detail dan mendalam. Sehingga pembaca dapat dengan mudah mengenal masing-masing tokoh yang ada.
Tak lepas dari itu, penulis juga mampu membawa pembaca ikut terhanyut dalam suasana tegang, senang, lucu, dan kesal pada setiap bagian ceritanya. Apalagi, bahasa yang digunakan mengikuti bahasa pergaulan anak remaja masa kini untuk memudahkan pembaca dalam memproses cerita dengan cepat.
Menariknya lagi, buku ini mampu membawakan sekaligus mendeskripsikan beberapa nama tempat yang khas dengan daerah di Bali. Seperti Baturiti, Ngurah Rai Internasional Airport, dan Desa Jasri yang terdapat di Kabupaten Karangasem. Bahkan, perjalanan dari satu bab ke bab selanjutnya dikemas dengan rapi dan saling berkaitan. Tak ayal bila cerita yang disajikan dalam buku ini dapat mengalir begitu saja.
Meski begitu, kesempurnaan itu tentunya tidak luput dengan kekurangan. Alur cerita mundur-maju yang dipilih penulis sedikit membuat pembaca bingung. Lantaran pada bagian pembuka, sang tokoh berada di Bali. Pada pertengahan cerita, sang tokoh malah berlibur ke Bali. Hal itu juga dikarenakan tidak ada penanda bahwa cerita dimulai dari sang tokoh yang memang sudah tinggal di Bali.
Beberapa bagian tulisan pada dialog tokoh dan beberapa narasi pada cerita masih ada yang typo (salah pengetikan). Sehingga sedikit membuat pembaca bingung akan maksud kalimatnya. Walaupun begitu, buku ini masih enak untuk dibaca. Terkhusus kaum remaja penggemar novel romansa. (ary)