Antara Cinta dan Karir
Ni Made Fina Pradnyani Pratiwi
Penulis
-
layouter
-
desainer_cover
Madyapadma Journalistic Park
penerbit
Jalan Nusa Indah Nomor 20X
alamat_penerbit
60
tebal_buku
2
edisi
2016
tahun_terbit
Judul buku : Pulang
Pengarang : Ni Made Fina Pradnyani Pratiwi
Penerbit : Madyapadma Journalistic Park
Tahun terbit : 2016
Cetakan : Ke-2
Jumlah halaman : 60
Resensi
“Cinta lebih berharga dibandingkan harta. Cinta tak penah salah jika ia datang tanpa permisi”
Kisah cinta antara Finka dan Awan memang lebih berharga dari apapun. Awan Primantara, seorang pengusaha asuransi yang mapan, memilih menghabiskan sisa hidupnya dengan seorang jurnalis ternama yang super sibuk mengejar isu-isu besar di negeri ini, Finka Prita Langitania. Hubungan keduanya masih terbilang cukup muda dalam menjadi sepasang suami-istri. Keharmonisan selalu menyelimuti rumah tangga kedua calon orang tua ini. Bagi Awan, Finka adalah replika kecil yang melengkapi seluruh mimpi-mimpi dan kebahagiaan Awan. Sama seperti penggalan namanya, Finka adalah langit bagi Awan.
Sayangnya, kekuatan cinta mereka harus diuji dengan kehadiran Lusy, sekretaris Awan sekaligus anak tunggal Pak Tama, direktur utama perusahaan. Rasa tergila-gila Lusy terhadap Awan membuat ia rela untuk melakukan apapun demi merebut Awan dari Finka, bahkan dengan menjatuhkan karir Awan dan Finka sekalipun. Masalah serius yang menyeret Awan sebagai tersangka membuat Finka dilema memilih cinta atau karirnya. Haruskah Finka berbohong demi keselamatan sang suami? Atau tetap menjalankan tugasnya sebagai jurnalis terbaik penegak kebenaran? Novel ini tak hanya mengajarkan bagaimana kekuatan cinta sepasang insan, tetapi juga kegigihan, tekad, serta persahabatan.
Novel Pulang berhasil menyeret pembaca masuk ke dalam cerita. Suasana bahagia, haru, dan tegang tersampaikan dengan baik melalui pemilihan diksi yang tepat. Ketegangan suasana dalam memecahkan masalah dapat dirasakan, membiarkan imajinasi pembaca bermain dengan latar yang tergambar. Judul yang digunakan-pun sangat sesuai dengan isi cerita, dimana dari awal hingga akhir sukses mengaitkan isi dengan judul buku. Karakter tiap tokoh yang kuat dan permasalahan yang jelas membuat pembaca mudah mengetahui dan memahami alur cerita. Sayangnya, terdapat beberapa kalimat puitis yang sulit dimengerti. Penggunaan sudut pandang yang berubah-ubah juga sedikit membuat bingung, seperti pada halaman 39, sebelumnya menggunakan sudut pandang orang pertama (tokoh utama), kemudian menjadi sudut pandang orang ketiga (serba tahu). (mcy)